PT Solid Gold | Harga Minyak Melonjak Jelang Putusan Suku Bunga The Fed

Harga Minyak Melonjak Jelang Putusan Suku Bunga The Fed – PT Solid Gold

PT SOLID GOLD PALEMBANG – Harga minyak mentah melonjak pada akhir perdagangan Selasa, menjelang rilis keputusan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak September 2019 ditutup naik tajam US$1,18 di level US$58,05 per barel di New York Mercantile Exchange. Dengan demikian, minyak WTI telah menguat untuk sesi perdagangan keempat berturut-turut.

Adapun harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September 2019 melonjak US $1,01 dan berakhir di level US$64,72 per barel di ICE Futures Europe Exchange pada Senin.

Baik minyak WTI maupun Brent bahkan melanjutkan relinya setelah penutupan sesi, masing-masing ke level US$58,38 per barel dan US$64,98 per barel pukul 4.50 sore  waktu New York.

The Fed telah membuka rapat kebijakan moneternya (FOMC meeting) pada Selasa. Dalam pertemuan yang berakhir Rabu (31/7/2019) waktu setempat itu, otoritas moneter AS ini diperkirakan akan menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Pasar energi mendapat dukungan saat para pelaku pasar memposisikan diri untuk  penurunan suku bunga Fed,” terang analis PVM Oil Associates Ltd. dalam risetnya.

Para penjaga kebijakan moneter AS diantisipasi luas akan memangkas suku bunga  besok [Rabu waktu setempat]. Ini akan menekan dolar AS dan pada gilirannya mendukung harga minyak.

Harga minyak mendapat dukungan lebih lanjut pada Selasa malam setelah American  Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan penyusutan cadangan AS selama  tujuh pekan berturut-turut. Penurunan ini memperkuat gambaran pasar minyak yang  dipasok dengan ketat.

Penurunan inventaris minyak Amerika yang stabil telah meredakan sebagian  kekhawatiran tentang permintaan. API menemukan cadangan domestik turun 6,02 juta  barel, lebih dari dua kali lipat estimasi median analis yang disurvei oleh  Laporan resmi pemerintah selanjutnya akan dirilis pada Rabu.

Sebelum memantapkan penguatannya, harga minyak sempat tergerus setelah Presiden  AS Donald Trump mengkritik China dalam sebuah twit soal penyelesaian kesepakatan  perdagangan, ketika kedua negara justru tengah melanjutkan pembicaraan perdagangan di Shanghai.

Namun menurut Bob Yawger, direktur futures di Mizuho Securities USA LLC.,  investor pada akhirnya mengabaikan kritikan tersebut.

Pasar minyak mentah menyukai berita utama perdagangan. Bahkan jika sebelumnya  terdengar negatif, pada akhirnya negara-negara itu [AS dan China] berusaha untuk  membuat kesepakatan. Mereka tidak ada di sana untuk gagal, dan itu mendukung minyak jelas Yawger   PT SOLID GOLD

Baca Juga : 

Artikel PT Solid Gold Berjangka

Hubungi Kami PT Solid Gold Berjangka

Glosarium – P PT Solid Gold Berjangka

Loco London Gold PT Solid Gold Berjangka

Mengenal Pasar Keuangan PT Solid Gold Berjangka

Transaksi Sistem Online PT Solid Gold Berjangka

Tampilan Online Trading PT Solid Gold Berjangka

Istilah Dalam Transaksi Online PT Solid Gold Berjangka

Glosarium – PT. Solidgold Berjangka PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka Illustrasi Perhitungan Transaksi

Solid Gold Berjangka | Harga Minyak Makin Panas Tunggu Super Bowl

Harga Minyak Makin Panas Tunggu Super Bowl – Solid Gold Berjangka

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Harga minyak mentah semakin bergolak pada perdagangan Senin di tengah spekulasi  dorongan permintaan dari potensi penurunan suku bunga di Amerika Serikat (AS) yang akan menyebarkan manfaat ekonomi secara lebih luas.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI)  untuk kontrak September 2019 ditutup menguat 67 sen di level US$56,87 per barel  di New York Mercantile Exchange, kenaikan terbesarnya sejak 10 Juli sekaligus reli kenaikan hari ketiga berturut-turut.

Adapun harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September 2019 lanjut naik 25  sen dan berakhir di level US$63,71 per barel di ICE Futures Europe Exchange pada  Senin, setelah membukukan kenaikan mingguan sebesar 1,6 persen pada akhir perdagangan Jumat

Dalam pertemuan kebijakannya yang berakhir Rabu (31/7/2019) waktu setempat, bank sentral AS The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Sementara itu, tim negosiator AS dan China akan mengadakan perundingan secara langsung di Shanghai dalam upaya untuk menyelesaikan perang dagang antara dua negara berekonomi terbesar di dunia ini.

Juga pada Rabu pekan ini, pemerintah AS akan merilis laporan yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan stok minyak mentah Amerika selama tujuh pekan berturut-turut.

Memanasnya ketegangan politik di Timur Tengah, yang telah meningkatkan risiko  geopolitik di seluruh wilayah penghasil minyak utama, juga terus mendukung harga.

Inggris telah mengirim salah satu dari kapal perang Tipe 45 ke Selat Hormuz, setelah Iran menyita sebuah kapal tanker Inggris.

Sementara itu, AS dan negara lain berusaha membangun koalisi untuk melindungikapal-kapal yang melintasi titik penting bagi pengiriman minyak mentah itu.

Meski mengalami kenaikan, minyak tetap bergerak menuju penurunan bulanan  keduanya tahun ini karena prospek jangka panjang untuk ekonomi global masih  goyah.

Para hedge fund menambah pertaruhan untuk penurunan di bursa-bursa berjangka New York dengan laju tercepatnya dalam hampir satu tahun, menyusul rilis data  manufaktur yang mengecewakan dari Amerika dan Jerman pekan lalu yang memperkuat kekhawatiran menyusutnya permintaan – SOLID GOLD BERJANGKA

Baca Juga :

PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

PT Solid Gold Berjangka Cabang Makasar

PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Denpasar

PT Solid Gold Berjangka Petunjuk Transaksi

PT Solid Gold Berjangka Prosedur Penarikan

PT Solid Gold Berjangka Prosedur Pembukaan Rekening Online

PT Solid Gold Berjangka Prosedur Pembukaan Rekening Transaksi