Solid Gold |Harga Minyak Masih Belum Lepas dari Sentimen Negatif

Harga Minyak Masih Belum Lepas dari Sentimen Negatif – Solid Gold

SOLID GOLD PALEMBANG – Harga minyak mentah berhasil menguat pada perdagangan pekan lalu, tetapi posisi harga emas hitam ini masih rentan lemah, karena prospek permintaan masih buram.

Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup menguat 0,73% atau 0,40 poin ke posisi US$54,87 per barel, Jumat.

Tak jauh berbeda, harga minyak Brent juga menguat 0,70% atau 0,41 poin ke posisi US$58,64 per barel.

Awan gelap minyak itu setidaknya terlihat dari perkiraan Organisasi Negara- negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) yang dirilis baru-baru ini.

Kumpulan negara-negara produsen minyak ini masih cemas terhadap permintaan  komoditas energi tersebut.

Dilansir dari Reuters, Minggu (18/8/2019), organisasi itu telah memangkas  proyeksi permintaan minyak global di sisa akhir 2019. Perkiraan ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Bersamaan dengan hal itu, kartel tersebut juga melihat kompetitor minyak lainnya tak menunjukkan tanda-tanda menurunkan produksi. Sebaliknya, mereka memompa minyak lebih banyak.

Sudah pasti, hal tersebut menjadi tantangan bagi OPEC yang berusaha menahan  pasokan untuk menaikkan harga.

Dalam laporan bulannya, OPEC mencukur perkiraan permintaan minyak global pada  2019 sebanyak 40.000 barel per hari menjadi 1,10 juta bph. Secara keseluruhan  konumsi minyak dunia diperkirakan mencapai 99,92 juta barel per hari.

Kondisi tersebut mengindikasikan pasar akan sedikit surplus pada tahun depan.

Prospek bearish tersebut terjadi di tengah sengketa perdagangan Amerika Serikat  dan China dan Brexit. Situasi itu bisa menekan OPEC dan sekutu mereka termasuk  Rusia untuk mempertahankan kebijakan pemangkasan produksi untuk mendukung harga.

Sementara itu prospek fundamental pasar tampaknya agak bearish untuk sisa tahun  ini, mengingat pelemahan pertumbuhan ekonomi, masalah perdagangan global yang sedang berlangsung, dan perlambatan pertumbuhan permintaan minyak.

“Oleh sebab itu tetap penting untuk memantau secara ketat keseimbangan  pasokan/permintaan dan membantu stabilitas pasar di bulan-bulan mendatang,” kata  OPEC dalam laporan tersebut.

Untuk diketahui, OPEC sangat jarang memberikan pandangan ke depan yang bearish  seperti ini. Terlepas dari pemangkasan OPEC, harga minyak telah jatuh dari  puncaknya pada April 2019 di atas US$75 per barel, yang tertekan oleh  kekhawatiran perdagangan dan perlambatan ekonomi.

Sebagai informasi, OPEC, Rusia dan produsen lain sejak 1 Januari telah menerapkan kesepakatan untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari.

Aliansi yang dikenal sebagai OPEC + tersebut pada Juli memperbarui pakta  tersebut hingga Maret 2020. Tujuannya untuk menghindari penumpukan persediaan yang dapat menekan harga  SOLID GOLD 

Baca Juga :

PT Solid Gold Berjangka

Legalitas PT Solid Gold Berjangka

Sertifikat PT Solid Gold Berjangka

Visi Dan Misi PT Solid Gold Berjangka

Profil Perusahaan PT Solid Gold Berjangka

Info Dan Kegiatan PT Solid Gold Berjangka

Fasilitas Layanan PT Solid Gold Berjangka

Alasan Anda Memilih Kami PT Solid Gold Berjangka

Penghargaan Dan Pengakuan PT Solid Gold Berjangka

Keunggulan Dan Karakteristik Produk PT Solid Gold Berjangka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s