Solid Gold Berjangka | Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini – Solid Gold Berjangka

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak terdepresiasi dalam perdagangan hari ini, Selasa .

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi rupiah masih bergerak terdepresiasi pada perdagangan Selasa di kisaran Rp14.130 hingga Rp14.200 per dolar AS karena sentimen eksternal yang masih cukup kuat untuk menekan pergerakan rupiah.

Rupiah terdepresiasi pada perdagangan Senin  seiring dengan meningkatnya kekhawatiran pasar menjelang pertemuan perdagangan antara AS dan China pada pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp14.163 per dolar AS, melemah 0,177% atau 25 poin. Kendati demikian, sepanjang tahun berjala 2019 rupiah masih membukukan penguatan sebesar 1,6%, menjadi kinerja terkuat ketiga di antara mata uang Asia.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan  sekeranjang mata uang mayor bergerak menguat 0,08% menjadi 98,885.

Ibrahim mengatakan bahwa pelemahan rupiah disebabkan tekanan dari eksternal,  termasuk kekhawatiran negosiasi dagang, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dan ketidakpastian Brexit.

Bloomberg melaporkan bahwa pejabat China memberi sinyal bahwa mereka semakin  enggan untuk menyetujui kesepakatan perdagangan luas yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Selain itu, meskipun kekhawatiran pasar terhadap ancaman resesi AS telah memudar  setelah tingkat pengangguran untuk periode September tercatat turun ke level  3,5%, dari yang sebelumnya 3,7% pada Agustus, data NFP AS periode September 2019 diumumkan sebanyak 136.000, di bawah ekspektasi pasar sebanyak 145.000.

Oleh karena itu, data tersebut tidak serta merta membuat data ekonomi AS tampak  baik secara keseluruhan, sehingga ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed pun masih ada.

Data tersebut tidak banyak mengubah ekspektasi pasar bahwa Fed akan memangkas  suku bunga yang mungkin pada tinjauan kebijakan berikutnya pada 29-30 Oktober  untuk mendukung ekonomi AS,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan
resminya, Senin.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia  pada akhir September 2019 tercatat sebesar US$ 124,3 miliar. Posisi tersebut cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2019 yang sebesar US$ 126,4 miliar – SOLID GOLD BERJANGKA

Baca Juga :

PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

PT Solid Gold Berjangka Cabang Makasar

PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Denpasar

PT Solid Gold Berjangka Petunjuk Transaksi

PT Solid Gold Berjangka Prosedur Penarikan

PT Solid Gold Berjangka Prosedur Pembukaan Rekening Online

PT Solid Gold Berjangka Prosedur Pembukaan Rekening Transaksi