Solid Berjangka | Pasar Jauhi Aset Berisiko, Rupiah Ditutup Melemah

Pasar Jauhi Aset Berisiko, Rupiah Ditutup Melemah – Solid Berjangka

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Rupiah ditutup terdepresiasi pada perdagangan Kamis seiring dengan pasar yang tengah menjauh dari aset berisiko, termasuk mata uang Garuda.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis rupiah ditutup di level Rp14.088 per dolar AS, melemah 0,064% dan menjadi mata uang dengan kinerja terlemah ketiga di antara mata uang Asia.

Adapun, sepanjang tahun berjalan 2019 rupiah masih bergerak menguat 2,14%.

Analis PT Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan bahwa pelemahan rupiah didorong oleh faktor eksternal seiring dengan sentimen domestik yang cenderung sepi. Dia mengatakan bahwa pelemahan dipicu oleh ketidakpastian negosiasi dagang antara AS dan China yang kembali bergejolak.

Padahal, dalam beberapa perdagangan terakhir optimisme pasar terhadap damai dagang AS dan China telah meningkat sehingga membantu aset berisiko seperti rupiah.

Pernyataan tersebut pun datang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya akan menaikkan tarif impor untuk produk China secara substansial jika kesepakatan dagang gagal dicapai.

Selain itu, data ekonomi China terbaru yang dirilis jauh di bawah ekspektasi pasar semakin memperburuk sentimen aset berisiko karena salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia menunjukkan perlambatan sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global.

Faisyal mengatakan bahwa pada perdagangan Jumat (15/11/2019) rupiah diproyeksi kembali terdepresiasi seiring dengan rilis neraca perdagangan yang diprediksi defisit cukup dalam. Selain itu, pasar juga menanti data PPI AS dan pidato terbaru dari Gubernur The Fed Jerome Powell.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Powell telah mengatakan bahwa suku bunga acuan AS yang berada di zona negatif dinilai tidak tepat dengan kondisi ekonomi AS saat ini.

Oleh karena itu, jika pidato Powell kembali menegaskan nada hawkish dari pernyataannya tersebut rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan di kisaran Rp14.030 per dolar AS hingga Rp14.140 per dolar AS– SOLID BERJANGKA

Baca Juga :

Solid Gold Berjangka Portal News

Wakil Pialang Berjangka – ASPEBTINDO

PT Solid Gold Berjangka – Forex Indonesia

Aku Dan PT Solid Gold Berjangka Oleh Rahmat J

Tentang Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka

Pengalamanku Kerja Di Perusahaan PT Solid Gold Berjangka

Direktur – JFX | Market grows on where prices discovered

Solid Gold Berjangka – JFX | Market grows on where prices discovered

PT Solid Gold Berjangka – JFX | Market grows on where prices discovered

PT Solid Gold Berjangka – Perdagangan Berjangka Kliring Berjangka Indonesia